Kamis, 13 Oktober 2016

THE FAMILY MAN AND THE MAN OF INSPIRATION




Sosok Mochtar Riady, 87 tahun, dilukiskan sebagai "the man of inspiration, the man of future, and the man of integrity." Perjalanan hidupnya menginspirasi banyak orang, terutama generasi muda. Cara hidupnya mencerminkan manusia berintegritas yang sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan. Pandangannya selalu jauh ke depan, melampaui zamannya. Hingga usia tua pun, ia masih terus bicara dan menekankan pentingnya penguasaan teknologi untuk mempermudah hidup dan meningkatkan peradaban manusia.

Dengan karakter pribadi seperti itu, ia sukses membangun sebuah imperium bisnis, bernama Lippo Group. Bisnisnya memiliki akar yang dalam di Indonesia dan berkembang luas hingga mancanegara. Di kancah bisnis, Mochtar merupakan pemain global dan Lippo Group sudah menjadi perusahaan multinasional. Di AS, Lippo memiliki Bank Tower setinggi 310 meter di Los Angeles dan menjadi landmark kota itu.

Pembelian Hua Lian, gedung megah di Orchard Road, Singapura, menandai kiprah Lippo di level global. Di gedung ini, berdiri tegak Hotel Mandarin, yang kini namanya berubah menjadi Mandarin Orchard. Selain Singapura dan Los Angeles, Lippo juga memiliki landmark di Hong Kong dan Shanghai. Di Jakarta, Lippo segera memiliki landmark di Jl Thamrin. "Kami sudah bergerak memasuki pusat wilayah Pasifik untuk menyongsong abad ke-21," ujar Mochtar.

Di dalam negeri, Lippo Group bergerak di jasa, yakni properti, ritel, TTM (teknologi, telekomunikasi, dan multimedia), pendidikan, kesehatan, dan keuangan.

Terdapat 15 perusahaan Lippo Group yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 128,6 triliun per 7 Oktober 2016. Lippo dikenal sebagai perusahaan yang mampu memanfaatkan dengan baik pasar modal, dalam dan luar negeri, sebagai sumber pendanaan. Saat ini, Lippo Group mempekerjakan lebih dari 100.000 karyawan.

Bidang properti meliputi kota satelit, perumahan, kondominium, perkantoran kelas atas, pusat industri, pusat belanja, hotel, golf, lembaga pendidikan, rumah sakit, dan taman pemakaman. PT Lippo Karawaci Tbk dan PT Lippo Cikarang Tbk adalah dua perusahaan properti yang menjadi ikon Lippo. Di bisnis ritel, Lippo mengoperasikan supermarket, hypermarket, dan foodmart di bawah bendera PT Matahari Department Store dan PT Matahari Putra Prima Tbk.

Bidang telekomunkasi mencakup televisi kabel dan satelit di bawah PT First Media Tbk dan PT Link Net Tbk. Bisnis teknologi telekomunikasi eksis lewat PT Multipolar Tbk. Sedang di bidang multimedia, Lippo membangun jaringan media massa di bawah Berita Satu Media Holdings, yang antara lain mengelola BeritasatuTV, Beritasatu.com, Harian Investor Daily, Majalah Investor, Harian Umum Suara Pembaruan, Majalah Globe Asia, dan The Jakartaglobe.com.

Di bidang pendidikan, Lippo tercatat sebagai pionir dalam pembangunan sekolah modern lewat Sekolah Pelita Harapan dan Universitas Pelita Harapan. Dengan mengusung misi pelayanan dan pemerataan pendidikan, Lippo membangun Lentera Harapan, yakni sekolah dasar dan menengah untuk masyarakat menengah-bawah. Selain di Jabodebatek, Lentara Harapan banyak dibangun di Indonesia bagian timur. Lippo juga mengelola jaringan rumah sakit umum dengan nama Siloam. Saat ini, jaringan RS Siloam menempati peringkat pertama dilihat dari jumlah tempat tidur, peralatan, dan kualitas pelayanan. Siloam banyak dibangun di daerah terpencil untuk membantu masyarakat mendapat akses kesehatan.

Nama Lippo dikenal luas di Tanah Air lewat Bank Lippo. Didirikan tahun 1989, saham bank ini dilepas ke Khazanah Nasional, pemilik CIMB, Malaysia tahun 2005. Namun, Mochtar, yang dijuluki pers Indonesia sebagai bankir bertangan dingin, kembali memiliki bank, yakni Bank Nobu Tbk. Lippo tetap memperkuat bisnis keuangannya lewat perusahaan yang bergerak di bidang perbankan, asuransi, dan sekuritas.

Nama Lippo sudah ada sejak 1958. Berasal dari kata "li" artinya kekuatan atau modal dan "po" yang berarti sumber kekuatan. Lippo diartikan sebagai 1 "sumber kekuatan modal dan moral.

Senin, 03 Oktober 2016

PROGRAMME DIRECTOR BAKTI BUDAYA DJARUM FOUNDATION, RENITASARI ADRIAN




 

Dia Telah 22 tahun bergelut di bidang komunikasi dan marketing. Sekarang sebagai programme director, dia menginginkan seni pertunjukan bisa berkembang menjadi industri besar di negara ini.

Perempuan kelahiran 12 Februari 1974 ini telah memiliki pengalaman selama 22 tahun di bidang komunikasi dan marketing. Sejak tahun 2007 Renitasari Adrian menjabat sebagai programme director Bakti Budaya Djarum Foundation. Dia bertanggung jawab menjalankan Corporate Social Responsibility (CSR) yang fokus memajukan seni budaya Indonesia, khususnya seni pertunjukan. Agar bisa tumbuh menjadi industri besar dan dapat menghidupi seniman Indonesia. Sosok di balik berdirinya Galeri Indonesia Kaya (GIK) tak lain adalah berkat tangan dingin perempuan yang senang dengan berbagai produk asli Indonesia ini.

Dia mengemas sebuah ruang publi edutainment budaya berbasis multimedia pertama di Indonesia yang dapat diakses masyarakat secara gratis. GIK menjadi wadah yang mempertemukan seniman dan hasil karyanya kepada masyarakat Indonesia.

“Tidak mudah memang menumbuhkan rasa percaya dan kecintaan terhadap seni pertunjukan budaya, apalagi orang Indonesia sendiri bukannya tidak mampu membeli tiket pertunjukan. Faktanya berbagai pegelaran musik dari Barat yang datang ke Indonesia, bahkan dengan harga tiket jutaan, selalu solt out,” tambahnya.

Tak hanya aktif di dalam negeri. Bakti Budaya Djarum Foundation bersama desainer Indonesia, Denny Wirawan beberapa waktu lalu membawa wasta Indonesia ke panggung fashion dunia, Fashion Gallery New York Fashion Week (FGNYFW) 2016. “Melalui lini etnik Balijava dengan koleksi batik Kudus. Sebanyak 15 tampilan rancangan terbaru koleksi Fall/Winter sang perancang, karyanya tampil modern, edgy, dan elegan di hadapan para pecinta fashion di Ballroom Hotel Affinia Manhattan New York,” ujar perempuan yang telah membina pembatik Kudus sejak tahun 2011 sebagai bagian dari upaya pelestarian wastra Indonesia ini dengan bangga.

Kamis, 22 September 2016

PRESIDEN DIREKTUR PT KALBE FARMA TBK, BERNADETTE RUTH IRAWATI SETIADY





Indonesia mempunyai dua wakil dalam daftar wanita eksekutif yang paling berpengaruh dalam duania bisnis. Salah satu diantaranya adalah orang nomor satu di PT Kalbe Farma Tbk, Bernandette Ruth Irawati Setiady

Sejak merintis karir di Research and Development PT Bukit Manikam Sakti, Bernadette Ruth Irawati Setiady, tak pernah ambil pusing tentang jabatan apa yang akan diwariskan para petinggi PT Kalbe Farma Tbk kepadanya.

Kepemimpinan Ira berhasil membawa perusahaan meraup omset senilai USD 1,2 miliar atau Rp 11,6 triliun, sehingga perusahaan farmasi itu memiliki kapitalisasi pasar USD 5,68 miliar atau Rp 55,1 triliun.

Perusahaan ini pun sukses menjadi perusahaan farmasi dengan sepuluh kantor di luar negeri. Tanpa dianggap sebagai suatu kepuasan, pencapaian tersebut sekaligus suatu kepuasan, pencapaian tersebut dijadikannya sebagai sebuah tantangan besar agar bisa terus berinovasi, tumbuh, dan berkembang.



PRESIDEN DIREKTUR PT EFRATA RETAILINDO, MICHELLE TJOKROSAPUTRO






Usai sukses menyelamatkan kerajaan bisnis keluarga yang menghidupi lebih dari 10.000 orang, Michelle memilih membangun kerajaan batiknya sendiri dari nol. Dia percaya 53 titik butik Bateeq di Indonesia memberikan opsi tampilan batik modern Indonesia yang terus bekembang.

Michelle Tjokrosaputro merupakan salah satu perempuan pengusaha inspiratif yang ulet. Sebelum memmulai lembaran baru di Bateeq, dia ‘jatuh bangun’ menyelamatkan PT Dan Liris dari kebangkrutan di tahun 2000. Sama halnya dengan memandang Indonesia dia usia 71 tahun sebagai bangsa yang pantang menyerah.

Sekembalinya dari Paris, dia tak canggung turun tangan menyelamatkan perusahaan yang menghidupi lebih dari 10.000 orang. Dalam waktu 10 tahun, dia membangkitkan kembali PT Dan Lirs sebagai perusahaan sehat. “Perjuangan menyelamatkan perusahaan ini demi ayah saya. Sebelum meninggal, beliau berpesan untuk menjaga Dan Liris tetap hidup,” kenangnya. Sejak 2012 memimpin PT Efrata Retailindo, darah pembisnis batik tetap mengalir dalam diri Michelle. Produk pertamanya adalah Bateeq dengan konsep segar dan kekinian.

Dalam pengelolaan bisnisnya, Michelle serius menerapkan kesetaraan genre. “Di perusahaan kami, lebih dari 50% pegawai saya perempuan. Beberapa posisi penting diisi oleh perempuan. Salah satu kegiatan CSR perusahaan kami yang memberikan aneka pelatihan handicraft kepada ibu-ibu di Solo, Temanggung, Bantul, dan Cirebon yang hasilnya akan diekspor ke berbagai negara di Eropa maupun Amerika. Mereka berkarya sekaligus menopang ekonomi rumah tangga,” ungkap ibu tiga putra ini.

Sejak dua tahun berdiri, 35 butik Batteq telah dibuka dengan penyebaran di Jakarta, Makassar, Palembang, Batam, Denpasar, Manado, dan Balikpapan. Tengah tahun ini, jumlah butiknya mencapai 53. Buteeq pun hadir menjadi butik fashion pertama  di Stasiun Gambir, Stasiun Bandung, danStasiun Gubeg Surabaya. Michelle menginginkan Bateeq sebagai butik fashion  pertama yang hadir di semua stasiun kereta Indonesia.